Tunas Digital hadir sebagai pusat pengetahuan dan gerakan bersama, membimbing anak Indonesia tumbuh cerdas, bijak, dan tangguh di ruang digital lewat panduan, kampanye, dan kolaborasi.
Setiap usia memiliki kebutuhan yang berbeda. Kenali tahap perkembangan anak untuk memberi mereka bekal sebelum masuk dunia digital, sehingga perlindungan yang diberikan tepat dan sesuai.
01 Apa yang biasa dilakukan anak di dunia digital ?
Anak bisa belajar dari penyedia layanan berbasis video, suara, atau aplikasi belajar, bermain game, ngobrol dengan teman lewat chat, atau bahkan ikut tren media sosial.
02 Risiko dan peluang
Ruang digital bisa menjadi sumber ilmu dan kreativitas, namun juga punya risiko kalau tidak terkontrol, adanya paparan konten berbahaya, konten kurang pantas yang belum sesuai usianya, perundungan, eksploitasi daring, hingga risiko kecanduan algoritma menjadi risiko nyata yang dihadapi anak.
03 Perkembangan sesuai usia
Balita – TK
Perlu pendampingan penuh dan mengutamakan kegiatan tanpa layar
SD
Mulai belajar tanggung jawab, dan mengutamakan kegiatan tanpa layar, bila anak memang ingin menggunakan gawai, perlu didampingi orang tua secara penuh.
SMP – SMA
Lebih mandiri, tapi rentan terpengaruh tren media sosial, tetap butuh diskusi terbuka dengan orang tua/pendamping.
Sekolah dalam Perlindungan Anak di Ruang Digital
Sekolah berperan penting membentuk anak siap bertumbuh di ruang digital. Melalui keseimbangan teknologi, keselamatan online, kebersamaan, dan kebiasaan sehat, ekosistem belajar jadi aman dan berpihak pada anak.
Perlindungan anak butuh gerakan bersama. Kenali, dukung, dan terlibat dalam komunitas yang bergerak nyata untuk ruang digital yang aman dan positif baik secara daring maupun luring.
Ruang bacaan bermakna seputar pengasuhan digital, kecerdasan media, dan pendampingan anak, sambil belajar dari kisah nyata, riset, dan pengalaman agar orang tua tak merasa sendiri.
Didukung oleh tujuh organisasi anak terkemuka, kami bersinergi untuk memperluas jangkauan dan program kami demi masa depan yang lebih baik bagi setiap anak.
Jika kamu atau orang di sekitarmu mengalami kasus kekerasan atau menemukan hal berbahaya di dunia digital, berikut beberapa saluran resmi yang bisa dihubungi:
Hotline SAPA 129 (Kemen PPPA)
Jika kamu atau orang di sekitarmu mengalami kasus kekerasan atau menemukan hal berbahaya di dunia digital, berikut beberapa saluran resmi yang bisa dihubungi:
Aduan Konten Negatif (Komdigi)
WhatsApp:
0811 922 4545
Email:
aduankonten@mail.kominfo.go.id
Situs:
aduankonten.kominfo.go.id
Polri (Call Center 110)
Bisa menghubungi Polsek, Polres, Polda hingga Mabes Polri
Transaksi Finansial Mencurigakan
Laporan ke BI Bicara 131 atau email ke bicara@bi.go.id
UPTD PPA Provinsi & Kota/Kabupaten
Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak di wilayah setempat