Mengapa Usia Penting
Usia menentukan tahap perkembangan anak baik dari segi kognitif, emosional, maupun sosial.
Anak usia dini belum mampu memilah informasi yang kompleks, sementara remaja mulai mengeksplorasi identitas diri dan interaksi sosial. Karena itu, perlindungan di ruang digital tidak bisa disamaratakan.
Melalui PP Tunas, pengaturan usia menjadi dasar dalam:
- Mendesain akun dan fitur sesuai tingkat kedewasaan anak
- Menyaring konten agar sesuai dengan tahapan perkembangan
- Memberikan eduikasi yang tepat bagi anak, orang tua dan guru
Risiko yang dihadapi anak di ruang digital berbeda-beda tergantung pada usia dan tahap perkembangannya. Semakin muda usia anak, semakin besar kerentanannya karena keterbatasan kemampuan kognitif, emosional, maupun sosial dalam memahami informasi dan berinteraksi.
Banyak negara menetapkan aturan untuk melindungi anak di ruang digital dari konten berbahaya, penyalahgunaan data, dan eksploitasi. Indonesia juga berperan lewat PP TUNAS yang memprioritaskan kepentingan terbaik anak.
Amerika Serikat
Child Online Privacy Protection Act
Mengatur pengumpulan data anak di bawah 13 tahun dan wajib izin orang tua dan transparansi penggunaan data anak
Inggris
Online Safecty Act 2023
Mewajibkan platform besar melakukan asesmen risiko dan
melindungi anak secara proaktif
Uni Eropa (UE)
Digital Service Act
Mengharuskan platform besar melakukan asesmen risiko terhadap pengguna anak.
Australia
Online Safety Act 2021
Mengatur penyedia platform digital untuk aktif mencegah konten berbahaya dan pembatasan media sosial untuk anak <16 tahun
Cina
Regulation on the Protection of Minors Online
Mengatur kewajiban platform digital untuk membatasi akses konten berbahaya, memverifikasi usia pengguna, melarang algoritma rekomendasi berbasis profil untuk anak, serta menyediakan fitur pencegahan adiksi digital.

